Keunggulan Tabungan Syariah Dari Tabungan Konvensional

Peningkatan awareness masyarakat pada bank syariah membuat minat pada tabungan syariah ikut naik. Dibanding produk konvensional, tabungan syariah bisa untuk ibadah khusus seperti haji, wakaf, hingga kurban. Apa keunggulan tabungan syariah ?

Bagi banyak orang, rasanya kurang sreg bila menabung di perbankan konvensional. Mereka menganggap, ibadahnya kurang sempurna bila masih menabung di perbankan konvensional.

Sebab itulah, sejak dua tahun lalu, banyak yang mulai menggunakan jasa perbankan syariah dengan membuka tabungan di salah satu bank syariah. Mereka ingin menjalankan anjuran agama secara patuh. Dalam agama Islam, ada larangan menerima bunga karena riba.

Salah satu contohnya, Irma teman saya, ia menjatuhkan pilihan pilihannya pada produk tabungan berakad wadiah. Bank tempatnya menabung memperbolehkan nasabah mengambil seluruh dananya.

Selain itu, dia juga menyimpan dananya pada tabungan haji. Dia ingin ke tanah suci bersama anak-anak.

Meningkatnya kesadaran masyarakat akan perbankan syariah memang menjadi sebuah fenomena yang terjadi beberapa tahun terakhir. Meski pertumbuhan bisnisnya masih kalah dari perbankan syariah, sosialisasi yang gencar membuat makin banyak masyarakat yang memilih bank syariah untuk menitipkan dana.

Hal ini tergambar jelas dari bertambahnya rekening simpanan di bank syariah. Produk tabungan yang paling besar jumlah rekening dan pertumbuhannya.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada Maret 2017 terdapat 22,47 juta rekening tabungan di bank syariah. Angka ini meningkat 23,88% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Dalam rekening tabungan ini mengendap dana Rp 85,84 triliun.

Masyarakat memilih menabung di bank syariah karena memberikan ketenangan batin.

Menabung di bank syariah tidak mengenal sistem bunga. Unsur bunga dilarang dalam ajaran Islam. Meski begitu, produk tabungan syariah mengenal sistem bagi hasil.

Sistem ini cukup menarik sebab perhitungan bagi hasil dihitung berdasarkan pendapatan yang diperoleh bank. Makin tinggi pendapatan bank, makin besar pula bagi hasil yang diterima nasabah.

Hal ini berbeda dengan sistem bunga dalam bank. Bunga tabungan dalam bank ditentukan berdasarkan kebutuhan dana bank. Jadi bagi bank, bunga merupakan beban. Bank syariah juga memiliki produk khusus untuk ibadah seperti tabungan haji, wakaf hingga tabungan qurban. Kedua jenis tabungan ini tidak ada di bank konvensional.

Produk Tabungan Syariah tidak kalah menarik dan inovatif dari produk konvensional.

Nasabah juga akan merasa tenang karena dana yang masuk, atau ditabungkan di bank syariah akan disalurkan ke bisnis-bisnis yang halal. Hasil yang diterima berupa keuntungan sudah terbebas dari hal-hal yang diharamkan syariat, baik riba, maysir atau spekulasi, gharar atau ketidakjelasan.

Menabung di bank syariah terbilang murah. Banyak bank syariah menerapkan bebas biaya administrasi, khususnya bagi pemegang rekening akad wadiah. Ini meringankan penabung yang nilai setorannya kecil.

Tabungan bank konvensional memang ada yang menerapkan bebas biaya administrasi.

Namun kebebasan ini diberikan pada tabungan yang setoran awalnya dan minimumnya dalam jumlah besar. Rata-rata bank konvensional menerapkan biaya administrasi di kisaran Rp 7.500 sampai Rp 12.000.

Peningkatan pertumbuhan rekening menunjukkan preferensi masyarakat yang menempatkan dana di jangka pendek ketimbang investasi. Penambahan tabungan juga jadi peluang bank meningkatkan dana murah dan pintu masuk untuk merasakan pengalaman (experience) transaksi syariah.

Tabungan di bank syariah tidak hanya memberikan kemudahan transaksi, namun juga menjadi sarana untuk meraih keberkahan. Tentukan akad Keunggulan lainnya, tabungan syariah menerapkan akad yang lebih beragam, fleksibel, dan lebih menguntungkan dari tabungan konvensional.

Akad merupakan kesepakatan antara nasabah dengan bank yang berupa pertalian ijab dan kabul sesuai syariah yang mengacu pada objek perikatan. Ijab merupakan pernyataan melakukan ikatan dan kabul merupakan penyataan penerimaan ikatan.

Jenis akad yang digunakan akan membedakan dalam bertransaksi.

Ada dua jenis akad yang sering diterapkan untuk produk tabungan syariah, yaitu akad mudharabah dan akad wadiah.

Pada prinsip mudharabah, nasabah menginvestasikan dananya ke bank syariah untuk dikelola. Bank bertindak sebagai pengelola dana nasabah dan bakal membagi hasil keuntungan investasi. Hasil yang dibagi sudah disepakati di awal.

Ada dua akad mudharabah yang dikenal yaitu mudharabah mutlaqah dan mudharabah muqayyadah. Dalam prinsip mudharabah mutlaqah, nasabah mempercayakan dananya ke bank untuk dikelola dan diinvestasikan pada industri yang sesuai prinsip syariah. Pihak bank bebas mengelola dana nasabah tanpa batasan.

Akad ini yang paling mudah dipahami. Selain itu juga memberikan keuntungan bagi nasabah. Jadi tak heran bila akad ini paling jamak digunakan oleh perbankan syariah.

Sedang bentuk pengelolaan dana nasabah dalam mudharabah muqayyadah membatasi bank dalam sisi tempat, cara, dan objek investasi. Bank hanya berperan sebagai wakil nasabah dalam melakukan investasi.

Pada prinsip ini, bila investasi rugi, maka kerugian ditanggung nasabah. Akad ini jarang digunakan nasabah.

Sementara akad wadiah adalah jenis menabung yang tujuannya murni untuk menyimpan dana di bank. Tanpa menginginkan bagi hasil dan tidak ingin terkena beban administrasi. Meski tanpa beban biaya administrasi, nasabah tetap bisa bertransaksi seperti tarik tunai melalui ATM.

Meski tabungan syariah menjauhkan nasabah dari ketidakjelasan dan spekulasi, bukan berarti tabungan syariah tidak memiliki risiko.

Tabungan mudharabah memiliki risiko pada bagi hasil yang dihitung berdasarkan pendapatan bank. Artinya, naik turunnya pendapatan juga akan berpengaruh pada nasabah. Makin tinggi pendapatan bank, makin besar bagi hasil yang akan diterima nasabah. Begitu juga sebaliknya.

Bahkan dalam akad mudharabah, nasabah berisiko kehilangan nilai pokok investasinya jika bank kerugian. Sedangkan risiko dari akad wadiah relatif kecil karena bersifat titipan dan bank tidak wajib memberikan imbalan. Namun bank bisa memberikan bonus sesuai dengan ketentuan yang berlaku di bank

Anda tertarik untuk menabung di bank syariah?

Berikut ini ada sedikit gambaran produk tabungan yang ditawarkan bank-bank syariah:

Bank Syariah Mandiri

BSM punya sembilan produk tabungan. Namun ada tiga yang menjadi unggulan, yakni Tabungan BSM, Tabungan Mabrur, dan Tabungan Berencana.

Ketiganya menggunakan akad mudharabah.

Tabungan BSM merupakan tabungan dalam mata uang rupiah yang penarikan dan setorannya dapat dilakukan setiap saat selama jam kas buka di konter BSM atau melalui ATM.

Fasilitas lainnya, kemudahan zakat, infaq, dan sedekah, layanan e-banking dan fasilitas BSM card. Untuk produk ini, BSM memberikan nisbah 15% hingga 22%.

Tabungan Mabrur merupakan tabungan dalam mata uang rupiah untuk membantu pelaksanaan ibadah haji dan umroh. Dalam tabungan ini ada fasilitas talangan haji untuk mendapatkan porsi haji, notifikasi pengingat saldo dan online dengan sistem informasi dan komputerisasi haji terpadu (Siskohat).

Ada fasilitas Tabungan Mabrur Junior bagi anak yang berusia di bawah 17 tahun. Tabungan ini memberikan nisbah 15%. Tabungan Berencana merupakan jenis tabungan berencana.

Tabungan ini memberikan fasilitas asuransi gratis dan otomatis tanpa pemeriksaan kesehatan.

Ada juga jaminan pencapaian target dana. Nisbah yang diberikan antara 43%–48%. Produk ini menyasar kelompok masyarakat mass affluent.

Bagi yang tertarik, setoran awal minimal untuk Tabungan BSM sebesar Rp 80.000 bagi perorangan dan Rp 1 juta bagi non-perorangan.

Sedangkan Tabungan Mabrur dan Tabungan Berencana Rp 100.000.

BNI Syariah

BNI Syariah memiliki tujuh jenis tabungan syariah. Paling populer adalah Tabungan BNI iB Hasanah, Tabungan BNI Bisnis iB Hasanah, dan Tabungan Baitullah iB Hasanah.

Tabungan iB Hasanah merupakan tabungan reguler yang dilengkapi kartu debit dengan jaringan MasterCard serta fitur e-banking. Dengan setoran minimal Rp 100.000, Tabungan BNI iB Hasanah juga bebas biaya administrasi untuk akad wadiah. Nisbah bagi hasil untuk akad mudharabah setara 18%.

Tabungan BNI Bisnis iB Hasanah merupakan tabungan yang ditujukan bagi pebisnis untuk memenuhi kebutuhan transaksinya. Dengan setoran awal minimal Rp 5 juta, tabungan ini memiliki limit transaksi dan nisbah bagi hasil yang lebih tinggi dari tabungan reguler. Nisbah bagi hasil untuk akad mudharabah setara 22%.

Sedangkan Tabungan BNI Batullah iB Hasanah, adalah tabungan yang ditujukan bagi nasabah yang ingin berangkat haji atau umroh. Dengan setoran awal minimal Rp 100.000, tabungan Baitullah iB Hasanah menghadirkan berbagai keunggulan seperti bebas biaya administrasi baik untuk akad wadiah maupun mudharabah, Kartu Haji dan Umroh yang dapat digunakan di tanah suci, dan dilengkapi fasilitas asuransi kecelakaan. Nisbah bagi hasil untuk akad mudharabah setara dengan 10%.

BRI Syariah

BRI Syariah memiliki enam jenis produk tabungan. Namun yang paling diminati adalah Tabungan Faedah, Tabungan Haji, dan Tabungan Impian.

Tabungan Faedah merupakan jenis tabungan syariah menggunakan akad wadiah. Jadi BRI Syariah tidak wajib memberikan nisbah. Keunggulan tabungan ini terletak pada tidak ada biaya administrasi tabungan dan ATM. Lainnya ada fitur donasi zakat, infaq, shodaqoh, qurban, dan wakaf serta biaya tarik tunai yang murah di ATM.

Tabungan Haji dan Tabungan merupakan jenis tabungan yang menggunakan akad mudharabah bagi calon jemaah Haji Reguler yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH).

Keunggulan tabungan ini adalah setoran berikutnya yang mungil. Minimal Rp 10.000. Ada juga fasilitas asuransi jiwa gratis dengan nilai pertanggungan sebesar besaran saldo nasabah, bebas biaya administrasi bulanan, transaksi online dengan siskohat.

Tentunya, nasabah juga akan mendapatkan nisbah. Adapun Tabungan Impian adalah jenis tabungan berencana dengan akad mudharabah. Untuk membuka tabungan ini, nasabah hanya perlu menyetor minimal Rp 50.000. Tabungan ini memiliki jangka waktu 12 bulan hingga 240 bulan.

Kelebihannya ada pada autodebet tabungan dan asuransi dimana preminya gratis. BRI menjanjikan manfaat asuransi yang diberikan secara sekaligus hingga Rp 750 juta per nasabah. Tabungan ini juga bebas biaya administrasi.

CIMB Niaga Syariah Unit Usaha Syariah (UUS)

CIMB Niaga memiliki 15 jenis produk tabungan. Namun yang paling dapat tanggapan masyarakat adalah Tabungan iB Pahala Haji, Tabungan iB Junior, dan Tabungan iB On Account XL.

Semuanya bebas administrasi bulanan dan nasabah juga memperoleh nisbah bagi hasil yang kompetitif. Ada juga bundling dengan program-program nan menarik. Semua produk ini setoran awalnya minimal Rp 100.000.

Tabungan iB Pahala Haji dan iB Junior terkoneksi dengan Siskohat yang dapat digunakan oleh nasabah untuk mendaftar haji. Selain itu, tabungan ini juga merupakan tabungan transaksional yang dilengkapi kartu ATM sehingga bisa digunakan untuk bertransaksi dan bisa bermanfaat untuk semua segmen nasabah.

Sedangkan Tabungan iB On Account XL memiliki program menarik, yaitu gratis paket data XL pada saldo tertentu, segmen yang disasar produk ini adalah anak muda yang aktif, khususnya yang melek teknologi.

CIMB Niaga ditunjuk sebagai BPIH – Siskohat Haji. Nasabah yang ingin mendaftar haji serta merencanakan dana hajinya banyak tertarik membuka di CIMB Niaga Syariah.

Kesimpulan

Tabungan syariah memberikan sejumlah keuntungan dibandingkan tabungan konvensional. Tidak hanya keuntungan soal ibadah, namun secara finansial memberikan keuntungan bagi pemegang rekening.

Saatnya Anda mencoba Tabungan Syariah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *