5 Tips Bagaimana Memilih Investasi P2P Lending Terbaik

Hadirnya investasi P2P Lending menawarkan darah segar alternatif instrumen investasi karena tawaran return yang sangat menarik. Tetapi, ditengahnya maraknya investasi bodong, banyak orang ragu ikut terjun ke P2P. Bagaimana tips memilih P2P Lending terbaik ?

Kini, berinvestasi di perusahaan teknologi finansial berbasis peer to peer (P2P) lending jadi alternatif untuk membiakkan duit. Maklum, tawaran imbal hasilnya ada yang mencapai 30% setahun.

Menggiurkan bukan?

Tak heran, jumlah investor di penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi itu terus berbiak. Contoh, investor di PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku). Saat ini, Modalku punya 16.000 investor aktif.

Layanan P2P lending memberikan imbal hasil yang menarik bagi investor pemberi pinjaman. Lebih tinggi dibanding deposito dan obligasi.

Menurut Ekonom Muhammad Chatib Basri, potensi P2P lending di Indonesia sangat besar. Perusahaan teknologi finansial P2P lending menyediakan instrumen alternatif investasi yang baru dan terjangkau.

Sebagai alternatif investasi, P2P lending mudah dimengerti dan digunakan masyarakat umum.Begitu mudah bahkan, sehingga semua aktivitas pemberi pinjaman bisa dilakukan lewat aplikasi smartphone, cocok bagi pemuda-pemudi kita yang melek digital.

Perusahaan teknologi finansial menawarkan layanan P2P lending yang mempertemukan peminjam dan pencari alternatif investasi melalui pasar digital.

Dengan mendanai pinjaman itu, investor pemberi pinjaman bakal mendapat alternatif investasi dengan imbal hasil menarik. Investasinya pun memang terjangkau, mulai Rp 100.000.

#1 Cek Perusahaan

Meski begitu, investor mesti cermat betul. Jangan asal menempatkan dananya di penyelenggara layanan pinjam meminjam uang tersebut.

Belajar dari pengalaman, investasi dengan untung tinggi memiliki risikonya yang tinggi pula.

Umumnya, bank memberikan pinjaman dengan syarat yang cukup ketat tapi dengan tingkat bunga lebih rendah. Jika tidak lolos dari bank, biasanya peminjam akan mencari sumber lain dengan bunga tinggi.

Semakin tinggi bunga, semakin tinggi potensi peminjam untuk gagal bayar. Investasi investor pemberi pinjaman bisa jadi masalah.

Memang, investasi itu kesempatannya lebih bagus karena seolah-olah berbisnis langsung. Tapi tetap cek, apakah aman.

Betul. Untuk menekan risiko, sebelum berinvestasi, yang paling wajib calon investor perhatikan adalah: apakah perusahaan teknologi finansial P2P lending sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Investasi pada P2P lending yang sudah terdaftar di OJK. Lebih aman.

#2 Ada Tidaknya Dana Proteksi

Calon investor juga harus melakukan pengecekan, apakah ada proteksi dana pada perusahaan tersebut. Sebab, investasi pada perusahaan ini berisiko besar jika terjadi gagal bayar.

Walaupun, sejauh ini kami belum menemui kejadian itu dari perusahaan P2P lending.

#3 Apa Tujuan Keuanganmu

Sesuaikan investasi dengan tujuan keuangan pribadi atau keluarga. Biasanya, investasi di P2P lending waktunya enam bulan, duabelas bulan, hingga dua tahun.

Apakah jangka waktu investasi tersebut sesuai dengan tujuan keuangan Anda?

Ini penting karena jangan sampai saat Anda membutuhkan dana sementara masih diinvestasikan di P2P Lending.

#4 Profil Resiko

Sebelum berinvestasi, perhatikan secara seksama rangkuman profil si peminjam. Biasanya, calon investor bakal mendapat beberapa informasi mengenai si peminjam.

Mulai nama, jenis usaha, penggunaan dana, dan keuntungan usaha seperti apa. Kalau untuk bisnis yang baru-baru dirintis, risikonya tinggi.

Sebaiknya, cek website si peminjam kalau ada. Disesuaikan dengan tren bisnisnya juga.

Misalnya, sekarang sedang tren digital, gadget begitu laku di pasaran. Jika si peminjam sudah berbisnis gawai dan memiliki toko online atau offline, seperti di Tokopedia atawa Glodok, maka calon investor layak mempertimbangkannya.

#5 Ada Tidak Agunan

Kalau perusahaan P2P lending mensyaratkan agunan, itu lebih aman buat calon investor. Tapi tetap, calon pemodal perlu tahu betul prosesnya bagaimana bila si peminjam gagal bayar dan agunan disita.

Contohnya, si peminjam menjaminkan apartemen miliknya. Nasib hunian jangkung ini seperti apa setelah disita.

Cuma yang terpenting memang, pilih perusahaan yang diawasi OJK. Karena biasanya, mereka harus bikin laporan sehingga kita tahu bagaimana rasio pinjaman bermasalah dari perusahaan P2P lending itu.

#6 Bunga

Melihat tawaran bunga dari perusahaan P2P lending. Berapa bunga yang ditawarkan ?

Ada yang bilang bahwa yang efektif di kisaran 18% hingga 20% per tahun. Kalau di atas 24%, terlalu besar dan risikonya besar juga.

Yang pasti tinggi rendahnya bunga terkait pula dengan resiko yang kita ambil. Makin besar bunga, makin besar resikonya.

#7 Biaya Administrasi

Cek biaya administrasi. Biasanya perusahaan P2P lending mengenakan biaya hingga 1% dari nilai investasi.

Dan, investasi P2P lending juga tidak masuk di kategori pajak final. Sehingga, investasi ini masuk dalam penghasilan lain-lain yang terkena pajak progresif.

Bila masih coba-coba dalam berinvestasi P2P lending, sebaiknya jangan menaruh dana dalam jumlah besar dulu. Coba dengan nilai yang paling minimum saja.

Kecuali, perusahaan P2P lending memproteksi investasi pemberi pinjaman, maka investor bisa menyesuaikan dana sesuai dengan kemampuan mereka.

Kesimpulan

Jangan jadikan investasi P2P lending sebagai ladang utama memetik keuntungan (capital gain) tapi lebih kepada arus kas (cash flow). Soalnya, beberapa perusahaan P2P lending membayar imbal hasil setiap bulan.

Tujuan dari investasi ini sebaiknya bukan untuk dana-dana yang tidak bisa digeser ketika terjadi apa-apa. Sebut saja, untuk dana pendidikan.

Baiknya untuk tujuan yang bisa digeser kanan kiri. Contohnya, untuk rencana jalan-jalan. Kalaupun terjadi gagal bayar, kan, bisa ditunda jalan-jalannya.

Jadi, jangan gampang tergiur tawaran imbal hasil yang besar, ya. Tetap selektif dalam membiakkan dana di perusahaan berbasis P2P lending.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *