3 Tempat Cara Beli Reksadana Murah, Mudah

Dimana bisa beli dan jual investasi Reksdana secara mudah dan murah ? Ada banyak pilihan yang bisa Anda coba.

Setiap orang pasti punya tujuan keuangan masing-masing, baik itu membeli rumah, kendaraan, liburan, pendidikan anak, hingga dana pensiun. Untuk mencapai tujuan keuangan itu, satu-satunya jalan adalah berinvestasi.

Berinvestasi dilakukan dengan menyisihkan penghasilan tetapi harus dilakukan secara
rutin agar mencapai tujuan keuangan yang diharapkan. Di Indonesia, ada banyak produk
investasi.

Salah satunya, reksadana. Produk investasi ini sudah ada di Indonesia sejak 1996 silam. Sayangnya, minat masyarakat berinvestasi pada produk pasar modal ini ternyata masih rendah.

Setiap tahun, memang terjadi peningkatan investor, tapi jumlahnya belum memuaskan. Reksadana sudah beredar selama 21 tahun, tapi jumlah investor reksadana baru mencapai 536.150 investor (25/7).

Jumlah investor reksadana masih sedikit itu karena tingkat literasi masyarakat rendah. Dalam survei yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi keuangan pada 2016 masih di kisaran 29,6%.

Namun, masalah tingkat literasi ini akan dapat segera diatasi. Maklum, otoritas beserta pelaku industri sudah semakin gencar melakukan sosialisasi pada masyarakat.

Hal ini terlihat dari hadirnya reksadana dengan nominal investasi rendah seperti yang dilakukan Bareksa dan Bukalapak melalui Bukareksa. Selain itu, masyarakat semakin mudah membeli reksadana yang sesuai dengan kebutuhan dan profil mereka.

Pasalnya, kian banyak kanal penjualan yang membuka akses masyarakat terhadap produk investasi pasar modal ini. Manajer investasi menggunakan semua kanal penjualan produk.

Alasannya, investor yang dijangkau lebih banyak dan lebih luas. Di masa yang akan datang, platform online bakal semakin mendominasi, termasuk dalam sektor jasa keuangan
karena lebih efektif dan efisien.

Jalur Pembelian Reksadana

Berikut beberapa kanal yang tersedia dan plus minusnya:

Manajer investasi

Membeli produk langsung ke pembuat reksadana bisa menjadi pilihan calon investor. Para manajer investasi alias fund manager inilah yang menerbitkan dan mengelola reksadana.

Cara membeli reksadana di manajer investasi tidak rumit. Anda bisa menghubungi perusahaan manajer investasi melalui telepon atau e-mail. Setelah itu, biasanya agen pemasar mereka yang akan menghubungi Anda.

Beberapa tahun terakhir, para manajer investasi juga mengembangkan kanal penjualanmelalui online guna memudahkan investor ritel. Contohnya, Bahana TCW Investment Management melalui platform yang bernama SINAR www.sinarbahanatcw.com.

Melalui kanal ini, investor bisa bertransaksi, mulai dari pembelian atawa subscription, lalu penjualan (redemption), sampai melihat histori transaksi hingga pertumbuhan dana investasi.

Kelebihan kanal ini, investor bisa langsung bertanya dan mendapatkan penjelasan yang lebih detail mengenai produk yang akan dibeli. Kekurangannya, investor hanya bisa membeli produk reksadana terbitan manajemen investasi bersangkutan, dan tidak bisa membeli produk dari manajer investasi lainnya. Jadi, pilihan produknya terbatas.

Perbankan

Bank bisa juga jadi alternatif membeli reksadana. Perbankan hanya merupakan mitra awal dalam menjual produk reksadana.

Alasannya, daya jangkau yang lebih luas. Maklum, perbankan memiliki kantor cabang yang lebih banyak ketimbang manajer investasi.

Kelebihan membeli dari bank adalah reksadana yang ditawarkan berada dari beberapa manajer investasi yang sudah bekerjasama dengan bank. Tim perbankan juga sudah menyeleksi produk-produk reksadana yang akan ditawarkan.

Jadi calon investor memiliki alternatif dan juga pilihan investasi yang sudah terseleksi sehingga imbal hasil tidak mengecewakan. Bank juga memberikan pelayanan khusus melalui relation manager.

Ada bank yang memberikan fasilitas daring untuk transaksi lanjutan. Dengan cara ini, investor tidak perlu lagi bolak-balik untuk melakukan transaksi.

Kekurangan dari kanal ini adalah tidak semua bank menjual reksadana. Bank yang menyediakan reksadana biasanya adalah bank besar atau bank asing.

Produk reksadana lazimnya juga ditawarkan pada nasabah prioritas (wealth management). Dampaknya, bank mengenakan batasan minimum pembelian dan pembelian kembali yang cukup tinggi.

Online trading

Platform online trading tengah jadi primadona dan jadi pilihan investor. Kanal penjualan ini menawarkan kemudahan bagi para investor, terutama ritel yang ingin bertransaksi reksadana.

Kanal ini memberikan pilihan produk yang beragam dengan nilai minimal pembelian bisa sama dengan yang tercantum di prospektus.

Wajar bila manajer investasi banyak yang nimbrung di online trading. Internet telah membuka akses yang lebih besar pada masyarakat sehingga manajer investasi bisa menjangkau
investor yang lebih luas.

Transaksinya juga bisa dilakukan kapanpun dan di manapun. Makanya banyak muncul kanal transaksi reksadana daring. Sebut saja, marketplace reksadana Bareksa.

Lalu, sejumlah sekuritas ikut mengembangkan platform online trading mereka untuk transaksi reksadana, seperti Indo Premier Securites dengan IPOT, Phillip Securities dengan POEMS, Mandiri Sekuritas dengan MOST, dan yang terbaru Trimegah Securities dengan Trima.

Meski memudahkan dan lebih efisien, transaksi ini juga perlu biaya. Fee yang dikenakan
bisa saja 0%, tetapi ada biaya transfer dari rekening bank ke rekening MI. Saat ini, biayanya Rp 6.500 untuk transfer dengan bank berbeda.

Kalau mau yang lebih murah, Anda bisa mempertimbangkan Bareksa dan DOKU. Teknologi mobile payment DOKU membantu proses transaksi reksadana ini menjadi lebih sederhana
dan mudah, sehingga menekan biaya transfer.

Kesimpulan

Ada banyak pilihan melakukan beli dan jual Reksadana. Pilih yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda karen masing-masing memiliki preferensi yang berbeda -beda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *